November 29, 2020

REKAP TRANSFER: BORNEO DAN PERSEBAYA TAMBAH PEMAIN,  AREMA DITINGGAL TIGA PILAR

            Klub-klub Liga 1 masih terus berbenah demi mempersiapkan skuad terbaik untuk mengarungi sengitnya kompetisi di tahun 2020. Berbagai pemain silih berganti meninggalkan seragam lama guna memakai seragam baru, berikut rekap dari aktivitas klub-klub Liga 1 di bursa transfer seperti dirangkum dari berbagai sumber:

Dua pemain baru gabung dengan Persebaya

            Skuad yang musim lalu menempati peringkat kedua di klasemen Liga 1 tersebut secara resmi memperkenalkan dua rekrutan terbarunya. Kedua pemain tersebut adalah Patrich Wanggai yang sebelumnya membela panji Kalteng Putra, serta Mahmoud Eid yang sebelumnya berlaga di kasta tertinggi Swedia bersama Kalmar.

Kehadiran Eid menambah pemain asing Persebaya, setelah sebelumnya resmi mempertahankan Aryn Williams (Australia) dan David da Silva (Brasil). Pemain berusia 26 tahun ini nantinya diproyeksikan untuk mengisi posisi gelandang serang. Eid sendiri juga merupakan bagian dari skuad tim nasional Palestina dan telah membela negaranya sebanyak 18 kali di berbagai ajang.

Sementara itu, Wanggai diproyeksikan untuk mengisi lini depan Bajul Ijo. Meski tidak mampu membawa Kalteng Putra menghindari degradasi di musim perdana mereka di Liga 1, catatan Patrich cukup mumpuni dengan tujuh gol dan empat assist dari 27 pertandingan.

Sang pemain sendiri mengaku senang dan antusias dapat bergabung dengan Persebaya. Klub yang identik dengan warna hijau tersebut menurut Patrich memiliki potensi serta pemain-pemain yang siap membuktikan kualitas mereka.

“Saya tahu Persebaya banyak dihuni pemain muda, dan saya rasa itu cukup bagus. Persaingan memperebutkan posisi jadi lebih seru, karena pemain-pemain muda akan lebih memiliki motivasi berlipat. Saya siap bersaing secara sehat,” ujar pemain asal Papua tersebut.

Arema FC: Tiga datang, tiga pergi 

            Setelah memastikan melepas pemain-pemain asing mereka, Arema kembali ditinggal oleh tiga pemain yang semuanya berstatus lokal. Ketiga nama yang meninggalkan Malang adalah Nur Hardianto, Ricky Kayame, dan Ikhfanul Alam. Dari ketiga nama tersebut, nama Nur Hardianto menyorot perhatian, apalagi ia sebenarnya masuk ke dalam skema pelatih anyar Singo Edan, Mario Gomez.

“Hardianto sebenarnya adalah pemain yang kami pertahankan, dia masuk ke dalam skema Mario Gomez. Kami cukup kaget saat dia semalam berpamitan di grup (WhatsApp),” ujar Ruddy Widodo, manajer umum Arema FC.

Sementara itu, Arema perlahan mulai menyusun skuad mereka untuk musim 2020. Ada tiga nama baru yang telah resmi direkrut oleh Singo Edan. Ketiga nama tersebut adalah Alwi Slamat (eks Persebaya Surabaya), Bagas Adi Nugroho (eks Bhayangkara FC), dan Ganjar Mukti (eks PSIS Semarang). Menurut Ruddy, ketiga nama tersebut didatangkan sesuai dengan rekomendasi dari staf kepelatihan.

“Untuk pemain lokal sebenarnya kami mendapatkan rekomendasi dari asisten (Charis Yulianto dan Kuncoro), keduanya berpengaruh dengan Charis sebagai penentu, karena dia pernah bekerjasama dengan Gomez. Ketiganya mendapatkan rekomendasi untuk bergabung dengan Arema.” tambah Ruddy.

Borneo FC rekrut dua pemain lokal

            Tidak ketinggalan juga Borneo FC yang turut merekrut dua nama baru untuk memperkuat skuad mereka di musim depan. Jika sebelumnya Nadeo Argawinata berpindah dari Kalimantan ke Bali, kini rute sebaliknya ditempuh oleh Dicky Indrayana setelah resmi menandatangani kontrak dengan Borneo FC. Kiper berusia 22 tahun ini sendiri rencananya akan bersaing dengan Gianluca Pandeynuwu dan Zulfikri untuk posisi sebagai penjaga gawang utama.

“Kita senang dia bisa bergabung. Dicky bakal mengisi posisi kiper yang tersisa dua pemain saja. Persaingan yang bagus, karena mereka semua pemain muda dan bisa berkembang,” ujar presiden klub, Nabil Hussein.

Sedangkan, untuk memperkuat lini tengah, Pesut Etam mendatangkan Imanuel Wanggai yang sebelumnya berseragam Persipura Jayapura. Kepindahan Wanggai sekaligus mengakhiri kisahnya dengan skuad Mutiara Hitam yang sudah berjalan 15 tahun.

“Manu sudah seperti saudara saya sendiri. Terima kasih dia sudah mau bergabung bersama Borneo FC, dan membantu tim ini berprestasi di musim 2020,” ujar Nabil menyambut kedatangan pemain berusia 31 tahun seperti dilansir oleh aplikasi hasil sepak bola, Bola Nusantara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *